Jumat, 29 November 2013

I. KERANGKA KARANGAN

Topik     :  PENCEMARAN LINGKUNGAN
Tujuan  :  Untuk mengetahui cara mengatasi pencemaran lingkungan
Tema     :  Beberapa cara untuk mengatasi pencemaran lingkungan

BAB I    PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
1.2    Tujuan
1.3    Landasan  Teori

BAB II   PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Lingkungan
2.2  Jenis – jenis Pencemaran Lingkungan
2.2.1  Pencemaran Air
2.2.2  Pencemaran Tanah
2.2.3  Pencemaran Udara
2.2.3.1 Pencemar Udara Berbentuk Gas
2.2.3.2 Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat
2.3  Faktor – faktor Penyebab Pencemaran Lingkungan
2.4   Akibat Yang Ditimbulkan Oleh Pencemaran
2.4.1  Punahnya Spesies
2.4.2  Peledakan Hama
2.4.3  Gangguan Keseimbangan Lingkungan
2.4.4  Kesuburan Tanah Berkurang
2.4.5  Keracunan dan Penyakit
2.4.6  Pemekatan Hayati
2.4.7  Terbentuknya Lubang Ozon dan Efek Rumah Kaca
2.5  Cara Mengatasi Pencemaran Lingkungan

BAB III  PENUTUP
3.1  Kesimpulan
3.2  Saran
3.3  Daftar Pustaka



 
PENCEMARAN LINGKUNGAN

BAB I  PENDAHULUAN

 1.1  LATAR BELAKANG
“Pencemaran” adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan.

1.2  TUJUAN
Tujuan penulisan makalah ini yaitu agar para pembaca bisa mengetahui mengenai pencemaran lingkungan dan akibat yang di timbulkan dari pencemaran lingkungan itu sendiri, selain itu makalah ini juga guna memenuhi tugas dari mapel Geografi”, dan  agar para pembaca untuk kedepanya lebih bisa mengerti mengenai lingkungan sekitar,dan menjaga ke asriannya

1.3  LANDASAN TEORI
Pengertian pencemaran udara berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 1997 pasal 1 ayat 12mengenai Pencemaran Lingkungan yaitu pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pencemaran yang berasal dari pabrik, kendaraan bermotor, pembakaran sampah, sisa pertanian, dan peristiwa alam seperti kebakaran hutan, letusan gunung api yang mengeluarkan debu, gas, dan awan panas.
Menurut Peraturan Pemerintah RI nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat,energi, dari komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya.

BAB II  PEMBAHASAN

 2.1  PENGERTIAN LINGKUNGAN
“Pencemaran” adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan.
Pencemaran lingkungan dapat terjadi dimana saja dengan laju yang sangat cepat, dan beban pencemaran yang semakin berat akibat limbah industri dari berbagai bahan kimia termasuk logam berat. Pencemaran lingkungan dapat dikategorikan menjadi:

2.2  JENIS – JENIS PENCEMARAN LINGKUNGAN
Berdasarkan lingkungan yang mengalami pencemaran, secara garis besar pencemaran lingkungan dapat dikelompokkan menjadi pencemaran air, tanah, dan udara.

2.2.1        Pencemaran Air
Di dalam tata kehidupan manusia, air banyak memegang peranan penting antara lain untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk mengairi sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi.
Tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah menambahjumlah bahan anorganik pada perairan dan mencemari air. Misalnya, pembuangan detergen ke perairan dapat berakibat buruk terhadap organisme yang ada di perairan. Pemupukan tanah persawahan atau ladang dengan pupuk buatan, kemudian masuk ke perairan akan menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air yang tidak terkendali yang disebut eutrofikasi atau blooming. Beberapa jenis tumbuhan seperti alga, paku air, dan eceng gondok akan tumbuh subur dan menutupi permukaan perairan sehingga cahaya matahari tidak menembus sampai dasar perairan. Akibatnya, tumbuhan yang ada di bawah permukaan tidak dapat berfotosintesis sehingga kadar oksigen yang terlarut di dalam air menjadi berkurang.
Bahan-bahan kimia lain, seperti pestisida atau DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) yang sering digunakan oleh petani untuk memberantas hama tanaman juga dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan organisme lainnya. Apabila di dalam ekosistem perairan terjadi pencemaran DDT atau pestisida, akan terjadi aliran DDT.

2.2.2        Pencemaran Tanah
Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia. Kualitas tanah dapat berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir sehinggakesuburannya akan berkurang. Selain itu, menurunnya kualitas tanah juaga dapat disebabkan limbah padat yang mencemari tanah.
Menurut sumbernya, limbah padat dapat berasal dari sampah rumah tangga (domestik), industri dan alam (tumbuhan). Adapun menurut jenisnya, sampah dapat dibedakan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, seperti dedaunan, bangkai binatang, dan kertas. Adapun sampah anorganik biasanya berasal dari limbah industri, seperti plastik, logam dan kaleng. Sampah organik pada umumnya mudah dihancurkan dan dibusukkan oleh mikroorganisme di dalam tanah. Adapun sampah anorganik tidak mudah hancur sehingga dapat 
menurunkan kualitas tanah.

2.2.3    Pencemaran Udara
Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Bentuk pencemar udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel cair atau padat.

2.2.3.1   Pencemar Udara Berbentuk Gas
Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke lingkungan udara, dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC). Kadar CO2 yang terlampau tinggi di udara dapat menyebabkan suhu udara di permukaan bumi meningkat dan dapat mengganggu sistem pernapasan. Kadar gas CO lebih dari 100 ppm di dalam darah dapat merusak sistem saraf dan dapat menimbulkan kematian. Gas SO2 dan H2S dapat bergabung dengan partikel air dan menyebabkan hujan asam. Keracunan NO2 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, kelumpuhan, dan kematian. Sementara itu, CFC dapat menyebabkan rusaknya lapian ozon di atmosfer.

2.2.3.2  Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat
Partikel yang mencemari udara terdapat dalam bentuk cair atau padat. Partikel dalam bentuk cair berupa titik-titik air atau kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak napas jika terhiap ke dalam paru-paru.
Partikel dalam bentuk padat dapat berupa debu atau abu vulkanik. Selain itu, dapat juga berasal dari makhluk hidup, misalnya bakteri, spora, virus, serbuk sari, atau serangga-serangga yang telah mati. Partikel-partikel tersebut merupakan sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan manusia.
Partikel yangmencemari udara dapat berasal dari pembakaran bensin. Bensin yang digunakan dalam kendaraan bermotor biasanya dicampur dengan senyawa timbal agar pembakarannya cepat mesin berjalan lebih sempurna. Timbal akan bereaki dengan klor dan brom membentuk partikel PbClBr. Partikel tersebut akan dihamburkan oleh kendaraan melalui knalpot ke udara sehingga akan mencemari udara.

2.3  FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PENCEMARAN LINGKUNGAN
·        Proses-proses alam, antara lain pembusukan secara biologis, aktivitas gunung berapi, terbakarnya semak-semak, dan halilintar.
·        Pembuatan/aktivitas manusia, seperti:
·        Hasil pembakaran bahan bakar yang terjadi pada industri dan kendaraan bermotor.
·        Pengolahan dan penyulingan bijih tambang mineral dan batubara.
·        Proses-proses dalam pabrik.
Sisa-sisa buangan dari aktivitas-aktivitas tersebut  di atas. Pencemaran lingkungan ini sudah terjadi sejak jaman dahulu kala, sejak adanya manusia, tetapi baru abad 20 pencemaran yang diakibatkan karena manusia ini menjadi pokok bahasan pada semua kalangan masyarakat dan perlu mendapat penanganan dan pengawasan secara serius.

Faktor-faktor penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagai hasil sampingan perbuatan manusia meliputi;
·         Faktor Industrialisasi
  1. Pertambangan, transportasi, penyulingan dan pengolahan bahan hingga menghasilkan barang yang dapat digunakan.
  2. Pertambangan, transportasi, penyulingan dan penggunaan bahan bakar untuk menghasilkan energi.
  3. Sisa-sisa buangan yang dihasilkan sebagai hasil sampingan selama proses-proses di atas.
·         Faktor Urbanisasi
  1. Pembukaan hutan untuk perkampungan, industri dan sistem transportasi.
  2. Penimbunan atau menumpuknya sisa-sisa buangan/sampah dan hasil?samping selama proses- proses di atas.
·         Faktor Kepadatan Penduduk
  1. Meningkatnya kebutuhan tempat tinggal/perumahan.
  2. Meningkatnya kebutuhan pangan dan kebutuhan energi.
  3. Meningkatnya kebutuhan barang-barang konsumsi dan bahan-bahan untuk hidup
·         Faktor Cara Hidup
  1. Penggunaan barang kebutuhan secara berlebihan sehingga terbuang percuma.
  2. Tuntutan akan kemewahan.
  3. Pemborosan energi
·         Faktor Perkembangan Ekonomi
  1. Meningkatnya penggunaan bahan sumber, misal BBM, hasil hutan.
  2. Meningkatnya sisa-sisa buangan sebagai hasil sampingan produksi barang-barang kepentingan dalam pabrik dan meningkatnya bahan pencemaran
Faktor-faktor di atas saling mempengaruhi secara kompleks. Apabila salah satu faktor terjadi, maka faktor lainnya dapat terjadi, dengan demikian terjadinya pencemaran lingkungan tidak dapat dihindari.

.Tabel 1 AKTIVITAS MANUSIA DAN HASIL SAMPING YANG DITIMBULKAN


Jenis Aktivitas
Hasil Samping yang ditimbulkan
1
Rumah Tangga
Pembuangan kotoran, air kotoran Sampah Pencemaran udara Kebutuhan tempat tinggal, dan lain-lain
2
Transportasi
Pencemaran Udara Pencemaran Air Pencemaran Suara Kecelakaan Kebutuhan tanah untuk jalan, dan lain-lain
3
Industri dan Pabrik
Pencemaran Udara Pencemaran Air Pencemaran tanah Sampah/sisa-sisa sebagai buangan Pencemaran panas Suara/kebisingan Kebutuhan tanah, dan lain-lain.
4
Pertambangan
Pencemaran udara karena demu Pencemaran air Sampah/sisa-sisa sebagai buangan Kebutuhan tanah, dan lain-lain.
5
Pertanian
Pencemaran Air Pencemaran tanah Buagan kotoran Kebutuhan tanah, dan lain-lain.

Tabel 2 SUMBER ENERGI DAN PENGARUHNYA

No
Sumber Energi
Pengaruh pada lingkungan
1
Energi Matahari
Pertambangan bahan-bahan galian Pemanfaatan tempat tinggal
2
Batubara
Pertambangan Pencemaran udara karena pembakaran Pencemaran panas
3
Minyak Bumi
Pencemaran udara karena pembakaran Pencemaran air
4
Gas Alam
Pencemaran udara karena pembakaran
5
Nuklir
Pencemaran udara karena radiasi Pemcemaran panas Penumpukan sisa buangan
6
Biomass
Penggunaan tanah Pencemaran udara

2.4  AKIBAT YANG DI TIMBULKAN OLEH PENCEMARAN

2.4.1  Punahnya Spesies
Bahan pencemar lazimnya berbahaya bagi kehidupan biota air dan darat. Berbagai jenis hewan mengelami keracunan, kemudian mati. Berbagai spesies hewan memiliki kekebalan yang tidak sama. Ada yang peka, ada pula yang tahan. Hewan muda, larva merupakan hewan yang peka terhadap bahan pencemar. Ada hewan yang dapat beradaptasi sehingga kebal terhadap bahan pencemar., adpula yang tidak. Meskipun hewan beradaptasi, harus diketahui bahwa tingkat adaptasi hewan ada batasnya. Bila batas tersebut terlampui, hewan tersebut akan mati.

2.4.2  Peledakan Hama
Penggunaan pestisida dan insektisida dapat pula mematikan predator. Karena predator punah, maka serangga hama akan berkembang tanpa kendali.

2.4.3  Gangguan Keseimbangan Lingkungan
Punahnya spasies tertentu dapat mengibah pola interaksi biologis dalam suatu ekosistem. Rantai makanan, jaring-jaring makanan dan lairan energi menjadiberubah. Akibatnya, keseimbangan lingkngan terganggu. Daur materi dan daur biogeokimia menjadi terganggu.

2.4.4  Kesuburan Tanah Berkurang
Penggunaan pestisida dan insektisida dapat berdampak kematian fauna tanah. Hal ini dapat menurunkan kesuburan tanah. Penggunaan pupuk terus menerus dapat menyebabkan tanah menjadi asam. Hal ini juga dapat menurunkan kesuburan tanah. Demikian juga dengan terjadinya hujan asam.

2.4.5  Keracunan dan Penyakit
Orang yang mengkonsumsi sayur, ikan, dan bahan makanan tercemar dapat mengalami keracunan. ada yang meninggal dunia, ada yang mengalami kerusakan hati, ginjal, menderita kanker, kerusakan susunan saraf, dan bahkan ada yang menyebabkan cacat pada keturunanketurunannya.

2.4.6  Pemekatan Hayati
Proses peningkatan kadar bahan pencemar melewati tubuh makluk dikenal sebagai pemekatan hayati (dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai biomagnificition.

2.4.7  Terbentuknya Lubang Ozon dan Efek Rumah Kaca
Terbentuknya Lubang ozon dan terjadinya efek rumah kaca merupakan permasalahan global yang dirasakan oleh semua umat manusia. Hal ini disebabkan karena bahan pencemar dapat tersebar dan menimbulkan dampak di tempat lain.

2.5  CARA MENGATASI PENCEMARAN LINGKUNGAN

Peranan Manusia Mengatasi Pencemaran Lingkungan :
1.      Manusia memiliki peranan yang sangat penting untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang terjadi akibat ulah manusia sendiri. Beberapa hal yang dapat dilakukan manusia untuk mengatasi pencemaran lingkungan akan diuraikan berikut ini:
2.      Melakukan Penghijauan Salah satu cara mengatasi pencemaran tanah adalah penghijauan kembali dengan cara memberi humus tanah, sehingga tanaman kembali subur.
3.      Rotasi Tanaman Rotasi tanaman adalah  salah satu upaya yang dilakukan untuk  mempertahankan kesuburan tanah. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menanam jenis tanaman yang berbeda pada tempat yang sama secara bergantian.
4.      Penggunaan Pupuk Seperlunya
5.      Penggunaan pu puk buatan seperti urea, ZA, dan NSP yang berlebihan sangat merusak lingkungan karena dapat menyebabkan eutrofikasi dan dapat meningkatkan keasaman tanah.Sebaiknya, petani menggunakan pupuk alami, seperti pupuk kompos dan pupuk kandang untuk mengurangi pencemaran tanah.
6.      Pembuatan Sengkedan
7.      Salah satu upaya untuk mengatasi kerusakan tanah karena erosi adalah dengan pembuatan sengkedan di tanah berbidang miring, seperti lereng bukit dan pegunungan. Mengapa sengkedan ini dapat mengurangi erosi? Diskusikan dengan teman sekelompokmu.
8.      Reboisasi adalah  penanaman kembali lahan-lahan yang gundul. Hal ini dilakukan untuk mengatasi erosi karena akar-akar pohon dapat menyerap air dan menahan tanah agar tidak terbawa air hujan.
9.      Daur Ulang Saat ini banyak sekali produk daur ulang yang bisa dipakai kembali.Pendaur-ulangan sampah-sampah rumah tangga dan sampah dari pasar menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan petani. Biasanya sampah pasar berupa sayur-sayuran yang telah membusuk. Jika diolah kembali dan ditambah kotoran hewan akan menjadi pupuk alami yang sangat baik untuk tanaman.

BAB III  PENUTUP

  3.1  KESIMPULAN
Dari beberapa urain di ataas dapat di simpulkan bahwa pencemaran lingkungan,merupakan pencemaran yang bisa mengakibatkan kerusakan di bumi ini, bila lingkungan ini rusak maka kehidupan ini akan musnah.

3.2  SARAN
Saran untukk pembaca
setelah membaca makalah ini di harapkan para pembaca bisa mengerti dan sadar akan kesehatan lingkungannya masing-masing dan tidak mencemari lingkungan.

3.3  DAFTAR PUSTAKA

Jumat, 25 Oktober 2013

SAHABAT

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang mungkin membutuhkan waktu bertahun tahun untuk mempunyai seorang sahabat yang benar benar tulus.  Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian. Sahabat bukanlah seseorang yang datang disaat kita senang dan pergi disaat kita susah. Sahabat adalah seorang yang setia kawan, membantu apabila kita berada di dalam kesusahan, meredakan kesedihan ,menghilangkan kebimbangan dan sanggup berjuang demi kebaikan kita. Sahabat adalah orang yang mampu menyimpan rahasia.

Sudah hampir  3 tahun saya berkuliah di Universitas Gunadarma begitu banyak hal saya lewati bersama sahabat sahabat saya yang bernama Sulis, Bayu, Erick, Made, Niko, Uje. Mereka selalu ada disaat saya membutuhkan, segala suka duka keluh kesah saya bagi mereka. Hingga sekarang kami seringkali menyempatkan untuk bertemu berbagi cerita,ilmu,pengalaman dan segala hal positif. Ketika ada tugas kuliah yang tidak bisa saya kerjakan sendiri seringkali saya meminta bantuan pada mereka untuk menyelesaikan tugas saya. Menjelang UTS, UAS, Ujian Utama kami selalu belajar bersama saling membantu satu sama lain dengan tujuan untuk meningkatkan nilai dan agar bisa wisuda di waktu yang bersamaan. Begitu berarti nya mereka bagi saya sehingga begitu besar rasa sayang saya pada mereka.






Nama     : Ani Yunita Sari
NPM      : 10111910
Kelas     : 3KA24

Wacana Kalimat Efektif dan Turunan

Wacana Kalimat Efektif

                                                           
Tumbuhan Akuatik 
 
Tumbuhan akuatik adalah tumbuhan yang berhabitat di lingkungan air. Tumbuhan ini sangat mudah kita jumpai karena habitatnya yang mudah di temui oleh setiap orang. Tumbuhan akuatik disebut juga tumbuhan hidrophytic atau hydrophytes. Dibandingkan dengan jenis tanaman seperti mesophytes dan xerophytes, hydrophytes tidak ada masalah dalam menahan air karena banyaknya air dalam lingkungan tempat tumbuhan tersebut hidup.
Ciri-ciri :
1. Kutikula tipis. Hal ini bertujuan untuk mencegah kehilangan air.
2. Sel stomata pada umumnya tidak aktif. Hal ini dikarenakan tumbuhan
     akuatik tidak memerlukan banyak kontrol dalam siklus air.
3. Peningkatan jumlah stomata. Hal ini bertujuan untuk siklus
     pengeluaran air pada tumbuhan tersebut untuk menghindari kelebihan
air.
4. Flat daun pada permukaan tanaman untuk pengapungan.
5. Mempunyai akar yang kecil agar air dapat tersebar langsung ke daun.
6. Akar dapat mengmbil oksigen langsung dari dalam air.
 
Beberapa jenis tanaman air :
1. Lotus
     Tanaman jenis ini membutuhkan media air dan tanah
2. Teratai
     Tanaman jenis ini membutuhkan media air dan tanah, biasanya
diletakkan dalam pot tanah liat yang melebar. Daun teratai
akan besar jika cukup zat makanan dan pupuk, daunnya akan
terbentang dam membesar d atas permukaan air.
3. Kapu-kapu
    Tanaman jenis ini membutuhkan media air dan tanah. Tanaman jenis ini
tidak dapat terkena sinar matahari langsung dan tidak bisa mendapatkan
terlalu banyak air, agar daunnya tidak cepat hancur.
 
Keterangan :
Tumbuhan Akuatik : Tumbuhan air
Tumbuhan Mesophytes : Tumbuhan yang hidup pada suhu rata-rata dan
kelembaban yang cukup.
Tumbuhan Xerophytes : Tumbuhan yang hidup pada habitat kering.
Kutikula : Kulit tumbuhan
Stomata : Mulut daun
         


Kata Turunan  

Kata turunan adalah kata dasar yang mendapat imbuhan, baik berupa awalan, sisipan atau akhiran, maupun gabungan kata. Kata turunan termasuk salah satu unsur pembentuk kalimat selain kata dasar dalam setiap penulisan artikel. Untuk mendapat gambaran lebih jelas tentang definisi kata turunan, simak macam-macam bentuk kata turunan.

1. Kata turunan dapat berupa kata dasar yang mendapat imbuhan; awalan, sisipan dan akhiran. Imbuhan itu ditulis serangkai dengan kata dasarnya. 
Contoh
catatan (kata dasar [catat], mendapat akhiran [-an])
berlari (kata dasar [lari], mendapat awalan [ber-])
gemetar (kata dasar [getar], mendapat sisipan [-em-])
Kata turunan berupa gabungan singkatan dan imbuhan yang dirangkai menggunakan tanda hubung. Contoh;
mem-PHK-kan
mem-PTUN-kan

2. Kata turunan berupa gabungan kosa kata asing dan imbuhan yang dirangkai menggunakan tanda hubung. 
Contoh
me-recall
di-upgrade

3. Kata turunan juga dapat berupa gabungan bentuk terikat yang diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf kapital. Kata turunan ini, penulisannya dirangkai menggunakan tanda hubung ( – ). 
Contoh
pro-Indonesia
non-Indonesia
pan-Afrika

4. Kata turunan yang bentuk dasarnya berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang mengikuti atau mendahuluinya. 
Contoh
sebar luaskan
bertepuk tangan
garis bawahi

5. Kata turunan yang bentuk dasarnya berupa gabungan kata dan mendapatkan awalan dan akhiran sekaligus, maka unsur gabungan kata itu ditulis serangkan dengan imbuhannya. 
Contoh
menyebarluaskan
pertanggungjawaban
melipatgandakan
mencampuradukan

6. Kata turunan yang salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai. Contoh
  • adipati
  • adikuasa
  • aerodinamika
  • aeromodeling
  • antarkota
  • antarprovinsi
  • antibiotik
  • antiteroris
  • anumerta
  • audiogram
  • bikarbonat
  • biokimia
  • bioetanol
  • caturtunggal
  • caturmarga
  • dasawarsa
  • dasasila
  • dekameter
  • demoralisasi
  • demiliterisasi
  • dwiwarna
  • dwitunggal
  • ekawarna
  • ekstrakurikuler
  • inframerah
  • infrastruktur
  • inkonvensional
  • intoleransi
  • kosponsor
  • mahasiswa
  • mancanegara
  • monoteisme
  • monorail
  • multilateral
  • narapidana
  • nonkolaborasi
  • pascasarjana
  • paripurna
  • poligami
  • politeknik
  • poliklinik
  • pramuniaga
  • pramusaji
  • prasangka
  • purnawirawan
  • saptakrida
  • semiprofesional
  • subseksi
  • swadaya
  • telepon
  • transmigrasi
  • tritunggal
  • ultramodern
Jika kata [maha] merujuk kepada Tuhan dan diikuti oleh kata berimbuhan, maka gabungan keduanya ditulis terpisah dan unser-unsur pembentuknya dimulai dengan huruf kapital. 
Contoh
Kita serahkan kepada Tuhan yang Maha Pengasih
Anda harus bertobat kepada Tuhan yang Maha Pengampun

Tapi, jika kata [maha] sebagai unsur gabungan merujuk pada Tuhan, namun diikuti oleh kata dasar, gabungan katanya ditulis serangkai. Ketentuan ini tidak berlaku untuk kata dasar [esa].
Contoh
Hanya Tuhan yang Mahakuasa yang bisa menentukan nasib kita.
Semoga Tuhan yang Maha Esa mengabulkan permohonan kita.

Bentuk-bentuk terikat dari bahasa asing yang sudah kita serap dalam bahasa Indonesia, seperti [pro], [kontra] dan [anti], dapat kita jadikan sebagai kata dasar. 
Contoh
Lebih banyak masyarakat yang kontra, ketimbang pro terhadap kebijakan penaikan harga bahan bakar minyak.
Dia selalu anti terhadap jemaat ahmadiyah.








Nama     : Ani Yunita Sari
NPM       : 10111910
Kelas      : 3KA24

Kamis, 24 Oktober 2013

Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis sehingga pembaca atau pendengar dapat menerima maksud/arti serta tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara.
 Ciri-ciri kalimat efektif:
1. KESEPADANAN STRUKTUR BAHASA
• Kesepadanan ialah keseimbangan antara gagasan dan struktur bahasa yang digunakan.
• Kesepadanan kalimat dibangun melalui kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik.
• Kesatuan menunjuk bahwa dalam satu kalimat hendaknya hanya ada satu ide pokok.
• Satu ide pokok tidak diartikan sebagai ide tunggal, tetapi ide yang dapat dikembangkan ke dalam beberapa ide penjelas.

BEBERAPA CIRI KESEPADANAN
• Mempunyai struktur jelas.
• Kejelasan subjek dan predikat dapat dilakukan dengan tidak menggunakan kata depan: di, dalam, bagi, untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dan sebagainya yang ditempatkan di depan subjek.
• Tidak terdapat subjek ganda.
• Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang.
Contoh-contoh Kesepadanan
• Kepada setiap pengendara mobil di Surabaya harus memiliki surat izin mengemudi = subyeknya tidak jelas.
• Tentang kelangkaan pupuk mendapat keterangan para petani. à unsur S-P-O tidak berkaitan erat
Mestinya…
• Setiap pengendara mobil di Surabaya harus memiliki surat izin mengemudi.
• Para petani mendapat keterangan tentang kelangkaan pupuk.

2. KEPARALELAN ATAU KESEJAJARAN BENTUK
• Keparalelan atau kesejajaran bentuk adalah terdapatnya unsur-unsur yang sama derajatnya, sama pola atau susunan kata dan frasa yang dipakai di dalam kalimat.
• Bila bentuk pertama menggunakan nomina, bentuk kedua dan seterusnya juga harus menggunakan nomina.
• Demikian pula bila menggunakan bentuk-bentuk lain.
Contoh-contoh Kepararelan:
1. Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah pengecatan tembok, memasang lampu, pengujian sistem pembagian air, dan menata ruang.
2. Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara wajar

3. KETEGASAN ATAU PENEKANAN KATA
• Merupakan perlakuan khusus pada kata tertentu dalam kalimat sehingga berpengaruh terhadap makna kalimat secara keseluruhan.
• Ada beberapa cara penekanan dalam kalimat:
1. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu pada awal kalimat
2. Melakukan pengulangan (repetisi)
3. Melakukan pengontrasan kata kunci
4. Menggunakan partikel penegas
Penekanan Kata :
1. Menempatkan kata yang ditonjolkan di awal kalimat.
  •  Sumitro menjelaskan bahwa manusia mempunyai kecenderungan tidak puas.
  •  Persoalan itu dapat diselesaikan dengan mudah.
 
2. Repetisi
– Saudara-saudara, kita tidak suka dibohongi, kita tidak suka ditipu, kita tidak suka dibodohi
– Pembangunan dilihat sebagai proses yang rumit dan mempunyai banyak dimensi, tidak hanya berdimensi ekonomi tapi juga dimensi politik, dimensi sosial, dan dimensi budaya

3. Pengontrasan kata kunci
– Informasi ini tidak bersifat sementara, tetapi bersifat tetap.
– Peserta kegiatan ini adalah laki-laki, bukan perempuan.

4. Partikel Penegas
– Andalah yang bertanggung jawab menyelesaikan masalah itu
– Meskipun hujan turun, Ia tetap bersemangat berangkat ke sekolah

4. KEHEMATAN KATA
 Kehematan adalah upaya menghindari pemakaian kata yang tidak perlu jadi  kata   menjadi padat berisi.
 Dapat dilakukan dengan cara:
  •  Menghilangkan pengulangan subyek
  •  Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata
  •  Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat
  •  Kehematan dengan tidak menjamakkan kata yang sudah jamak
1. Contoh Menghilangkan pengulangan subyek
    Karena ia tak diundang, dia tidak dating ke tempat itu.
    Mestinya menggilangkan kata ia

2.  Contoh Menghindarkan pemakaian superordinate pada hiponimi kata
    Mira adalah gadis yang memakai bajuwarna merah
    Mestinya menggilangkan kata warna

3.  Contoh Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat
    Jangan naik ke atas karena licin.
    Mestinya menggilangkan kata ke atas

4.  Kehematan dengan tidak menjamakkan kata yang sudah jamak
    Ia mengambil semua jeruk-jeruk yang masih ada di meja.

5.KESATUAN GAGASAN 
 Kesatuan gagasan adalah terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat.
 Contoh:
 Berdasarkan agenda sekretaris manajer personalia akan memberi pengarahan kepada  pegawai baru.

6.KELOGISAN
Kelogisan adalah terdapatnya arti kalimat yang logis/masuk akal dan penulisannya sesuai EYD.
Contoh:
Karena lama tinggal di asrama putra, anaknya semua laki-laki
Kepada ibu Intha, waktu dan tempat kami persilakan.
Jalur ini terhambat oleh iring-iringan jenazah.

Contoh Kalimat Efektif

1. Rani sudah mencari uang sendiri sejak dari usianya baru sembilan tahun.
kalimat efektif :
Rani sudah mencari uang sendiri sejak usianya baru sembilan tahun.

2. Dosen Bahasa Indonesia mengatakan ¬kalau kalimat yang sempurna harus memiliki
subjek, predikat dan objek.
kalimat efektif :
Dosen Bahasa Indonesia mengatakan kalimat bahwa yang sempurna harus memiliki
subjek, predikat dan objek.

3. Semua rumah-rumah yang terletak di jalan Kedoya terbakar tadi malam.
kalimat efektif :
Semua rumah yang terletak di jalan Kedoya terbakar tadi malam.

4. Adi meminjami uangnya kepada Budi tadi siang.
kalimat efektif :
Adi meminjamkan uangnya kepada Budi tadi siang.

5. Pasangan pengantin itu saling bertatap-tatapan saat mengucapkan janji pernikahan.
kalimat efektif :
Pasangan pengantin itu saling bertatapan saat mengucapkan janji pernikahan.

6. Presiden berhak menyampuri urusan yang berhubungan dengan Negara.
kalimat efektif :
Presiden berhak mencampuri urusan yang berhubungan dengan Negara.

7. Dalam sehari Ani bisa membaca buku sebanyak itu sehari.
kalimat efektif :
Dalam sehari Ani bisa membaca buku sebanyak itu.

8. Kepada mereka yang berhalangan hadir diharapkan membawa surat pernyataan besok.
kalimat efektif :
Mereka yang berhalangan hadir diharapkan membawa surat pernyataan besok.

9. Anak-anak itu sangat menyintai orangtuanya
kalimat efektif :
Anak-anak itu sangat mencintai orangtuanya.

10. Semua orang-orang beramai-ramai datang ke acara pemakaman Michael Jackson.
kalimat efektif :
Semua orang beramai-ramai dating ke acara pemakaman Michael Jackson.  
   

Sumber : http://fentyoktafiana.blogspot.com/ 
         http://vanandrianto.wordpress.com/2012/04/02/definisi-dan-ciri-ciri-kalimat-efektif-b-indo/



Nama    : Ani Yunita Sari
NPM     : 10111910
Kelas   : 3KA24

DIKSI atau Pemilihan Kata

Jika kita menulis atau berbicara, kita selalu menggunakan kata. Kata tersebut dibentuk menjadi kelompok kata, klausa, kalimat, paragraph dan akhirnya sebuah wacana.
Di dalam sebuah karangan, diksi bisa diartikan sebagai pilihan kata pengarang untuk menggambarkan sebuah cerita. Diksi bukan hanya berarti pilih memilih kata melainkan digunakan untuk menyatakan gagasan atau menceritakan peristiwa tetapi juga meliputi persoalan gaya bahasa, ungkapan-ungkapan dan sebagainya.
Syarat- syarat ketetapan pilihan kata:
1. Membedakan makna denotasi dan konotasi yang cermat,
2. Membedakan secara cermat makna kata yang hampir bersinonim, misalnya: adalah, ialah, merupakan, yaiu, dalam pemakaiannya berbeda- beda.
3. Membedakan makna kata secara cermat kata yang mirip ejaannya, misalnya: inferensi (kesimpulan ), dan interferensi (saling mempengaruhi ), sarat ( penuh, bunting ) dan syarat ( ketentuan ).
4. Tidak menafsirkan makna kata secara subjektif berdasasrkan pendapat sendiri, jika pemahaman belum dapat dipastikan, pemakaian kata harus menemukan makna yang tepat dalam kamus, misalnya: modern sering diartikan secara subjektif canggih menurut kamus modern berarti terbaru atau mutakhir, canggih berarti banyak cakap, suka menggangu, banyak mengetahui, bergaya intelektual.
5. Menggunakan imbuhan asing ( jika diperlukan ) harus memahami maknanya secara tepat, misalnya: dilegalisir seharusnya dilegalisasi, koordinir seharusnya koordinasi.
6. Menggunakan kata-kata idomatik berdasarkan susunan ( pasangan ) yang benar, misalnya: sesuai bagi seharusnya sesuai dengan.
7. Menggunakan kata umum dan khusus secara cermat. Untuk mendapatkan pemahaman yang spesifik karangan ilmiah sebaiknya menggunakan kata khusus ke umum mislnya mobil ( kata umum ) , corolla ( sedan buatan Toyota )
8. Menggunakan kata yang berubah makna dengan cermat, misalnya : issu ( berasal dari issue berarti publikasi, kesudahan, perkara ) isu ( dalam bahasa Indonesia berarti kabar yang tidak jelas asal-usulnya, kabarangin, desas-desus ).
9. Menggunakan dengan cermat kata bersinonim ( pria dan laki-laki, saya dan aku, serta buku dan kitab ), berhomofoni ( misalnya: bangdan bank ) dan berhomografi( misalnya: apel buah, apel upacara, buku ruas, buku kitab ).
10. Menggunakan kata abstrak (konseptual misalnya: pendiikan, wirauasaha dan pengobatan modern dan kata konkret ( kata khus misalnya: mangga, sarapan, dan berenang ).
Selain ketepatan pilihan kata itu, pengguna bahasa harus pula memperhatikan kesesuaian kata agar tidak merusak makna, suasana, dan situasi yang hendak ditimbulkan, atau suasana yang sedang berlangsung. Syarat kesesuaian kata:
1. Menggunakan ragam baku dengan cermat dan tidak mencampuradukan penggunakannya dengan kata tidak baku yang hanya digunakan dalam pergaulan, misalnya: hakikat (baku), hakekat (tidak baku), konduite (baku), kondite (tidak baku),
2. Menggunakan kata yang berhubungan dengan nilai sosial dengan cermat, misalnya: kencing (kurang sopan), buang air kecil (lebih sopan), pelacur (kasar), tunasusila (lebih halus),
3. Menggunakan kata berpasangan (idiomatuik), dan berlawanan makna dengan cermat, misalnya: sesuai bagi (salah), sesuai dengan (benar), bukan hanya melainkan juga (benar), bukan hanya tetapi juga (salah), tidak hanya tetapi juga (benar),
4. Menggunakan kata dengan nuansa tertentu, misalnya: berjalan lambat, mengesot, dan merangkak, merah darah; merah hati. Menggukan kata ilmiah untuk karangan ilmiah, dan komunikasi non ilmiah (surat-meyurat, diskusi umum)
5. menggunakan kata popular, misalnya: argumentasi (ilmiah), pembuktian (popular), psikologi (ilmiah), ilmu jiwa (popular).Menghindarkan penggunaan ragam lisan (pergaulan dalam bahasa tulis), misalnya: tulis, baca, kerja (bahasalisan), menulis, menuliskan, membaca, membacakan, bekerja, mengerjakan, dikejakan, (bahasa tulis).

Makna Konotasi dan Denotasi 

1. Makna Denotasi

Makna denotasi merupakan makna kata yang sesuai dengan makna yang sebenarnya atau sesuai dengan makna kamus. Makna denotasi lazim disebut 1) makna konseptual yaitu makna yang sesuai dengan hasil observasi (pengamatan) menurut penglihatan, penciuman, pendengaran, perasaan, atau pengalaman yang berhubungan dengan informasi (data) faktual dan objektif. 2) makna sebenarnya, umpamanya, kata kursi yaitu tempat duduk yang berkaki empat (makna sebenarnya). 3) makna lugas yaitu makna apa adanya, lugu, polos, makna sebenarnya, bukan makna kias.
Contoh :
1. Adik makan nasi. ( makan artinya memasukkan sesuatu ke dalam mulut )
2. Harga kambing hitam itu sangat mahal. ( kambing hitam bermakna kambingg yang memiliki warna hitam )

2. Makna konotasi

Makna konotasi merupakan makna kiasan atau makna yang timbul setelah disusun dalam kalimat.

Contoh :

1. Dalam peristiwa itu, dia dijadikan kambing hitam. (kambing hitam bermakna orang yang dipersalahkan)
2. Anak itu berangkat besar ketika ayahnya pergi ke Jepang. ( berangkat bermakna beranjak atau mulai menjadi )
3. Bunga desa itu sudah menjadi karyawan bank.(Kata “bunga desa” bermakna sesuatu yang dianggap cantik)

Makna konotasi dibagi menjadi 2 yaitu :
A. Konotasi positif merupakan kata yang memiliki makna yang dirasakan baik dan lebih sopan.
Contoh :
1. Sebagai seorang istri harus pandai menyenangkan suami.
2. Biaya pemakaman para korban bencana alam ditanggung pemerintah setempat.
3. Para wanita tuna susila bekerja akibat tuntutan kebutuhan ekonomi.
4. Tiga pahlawan reformasi telah gugur lima tahun yang lalu. ( Kata “gugur” bermakna mati dalam pertempuran )
B. Konotasi negatif merupakan kata yang bermakna kasar atau tidak sopan.
Contoh :
1. Selama meringkuk di penjara, Roy berubah menjadi pendiam. ( Kata penjara bermakna tempat mengurung badan )
2. Masih ada segerombolan orang yang suka menebang demi keuntungan pribadi. (Kata “gerombolan” bermakna kawanan pengacau / perusuh.)
3. Banyak gelandangan tidur di bawah jembatan.

Berikut adalah contoh-contoh kata yang bermakna denotasi dan konotasi
1) meluap
denotasi : Banjir yang terjadi kemarin disebabkan oleh air sungai yang meluap tak mampu
dikendalikan oleh tanggul yang ada disekitanya.
konotasi : Kemarahan Pak Budi makin hari tambah meluap karena masalah yang diperbantahkan itu
tidak pernah menemukan titik permasalahannya.
2) penuh
denotasi : Lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat pusat hiburan itu telah terisi penuh oleh
pemukiman penduduk.
konotasi : Pekerjaan itu dilakukannya dengan penuh rasa tanggung jawab.
3) naik
denotasi : Pak Halim pergi ke Makassar dengan naik mobil pribadi.
konotasi : Naik turunnya harga barang sangat dipengaruhi oleh jumlah permintaan konsumen.
4) tumbuh
denotasi : Pohon mangga yang tumbuh di halaman rumah Pak Ilham memiliki buah yang besar- besar.
konotasi : Kondisi perekonomian Indonesia mulai tumbuh sejak beralihnya sistem pemerintahan ke
era reformasi.
5) atas
denotasi : Di atas pohon yang rindang itu ada terdapat beberapa sarang burung hantu.
konotasi : Irama yang muncul pada permukaan tembok itu ditimbulkan atas beberapa perpaduan
warna
6) kendali
denotasi : Nakhoda memberikan instruksi kepada para penumpang kapal agar waspada, sebab
kendali dalam kapal sedang mengalami gangguan.
konotasi : Peristiwa itu terjadi saat dirinya telah kehilangan kendali.(kontrol)
7) panas
denotasi : Permukaan kulit pada anak itu lecet akibat tersiram air panas.
konotasi : Suhu dalam ruangan itu semakin panas ketika peserta diskusi dalm ruangan itu saling
beradu argumen. (panas=ketegangan)
8) hancur
denotasi : Mainan anak pak lurah hancur terinjak mobil.
konotasi : Semua perkataannya kedengaran hancur akibat terbawa emosi .(hancur= tidak masuk
akal).
9) arus
denotasi : Adik terseret arus yang sangat deras saat menyeberang sebuah sungai di tepi rumahnya.
konotasi : Arus balik pada lebaran tahun depan diprediksikan akan lebih banyak dibandingkan tahun
kemarin. (arus=sistem)
10) hangus
denotasi : Bau hangus itu dihasilkan dari pembakaran sisa-sisa plastik dan kertas yang ada di tepi jalan
itu.
konotasi : Semua dana yang dianggarkan telah hangus akibat program kerja yang tidak tertata dengan
rapi. (hangus=ludes)

Sinonim dan Antonim

Sinonim

Pada saat menyimak pembacaan teks berita yang dilakukan temanmu, tentu kamu menemukan bentuk-bentuk pertalian makna kata sebagai sinonim dan antonim. Apa sinonim dan antonim itu? Marilah kita pelajari lebih dahulu teori kebahasaan!
Sinonim adalah pertalian dua kata atau lebih yang memiliki makna sama atau hampir sama. Suatu kata bersinonim dengan kata lainnya apabila dalam kalimat yang sama, kata-kata tersebut dapat saling menggantikan. Atau kata-kata yang memiliki kesamaan arti secara struktural atau leksikal dalam berbagai urutan kata-kata sehingga memiliki daya tukar (substitusi)
Contoh:
- ciri      = tanda
- benar = betul
- agar    = supaya
- rajin    = giat
- hemat = irit
Contoh dalam kalimat:
- Pak Iwan meninggal dunia pada hari Kamis.
Pak Iwan wafat pada hari Kamis.
- Baju yang dikenakan Aulia sangat cantik.
Baju yang dikenakan Aulia sangat indah.

1. Sinonim mutlak
Kata-kata yang dapat bertukar tempat dalam konteks kebahasaan apa pun tanpa mengubah makna struktural dan makna leksikal dalam rangkaian kata/frasa/klausa/kalimat. Contoh:
o    kosmetik = alat kecantikan
o    laris = laku, larap
o    leksikografi = perkamusan
o    kucing = meong

2. Sinonim semirip
Kata-kata yang dapat bertukar tempat dalam konteks kebahasaan tertentu tanpa mengubah makna struktural dan leksikal dalam rangkaian kata/frasa/klausa/kalimat tersebut saja. Contoh:
o    melatis = menerobos
o    lahiriah = jasmaniah

3. Sinonim selingkung
Kata-kata yang dapat saling mengganti dalam satu konteks kebahasaan tertentu saja secara struktural dan leksikal.
Contoh:  lemah = lemas

Antonim

Antonim adalah kata-kata yang memiliki pertalian makna bertentangan secara penuh atau secara sebagian dalam berbagai urutan kata.

1.  Antonim berpasangan
kata-kata yang secara makna jelas bertentangan karena didasarkan pada makna pasangannya sehingga tidak bisa dipertentangkan tanpa kehadiran makna pasangannya. Jika salah satu unsur dinegatifkan, tidak secara serta-merta memunculkan pasangannya. Contoh:
o    (ber)-dosa >< suci  (tidak (ber)-dosa ≠suci)
o    istri >< suami  (bukan istri ≠ suami)
o    pembeli >< penjual (bukan pembeli ≠ penjual)

2. Antonim melengkapi
Kata-kata yang secara makna bertentangan, tetapi kehadiran makna salah satu kata bersifat melengkapi kehadiran makna yang lain. Contoh:
o    pertanyaan >< jawaban
o    mencari >< menemukan

3. Antonim berjenjang
kata-kata yang secara makna mengandung pertentangan, tetapi pertentangan makna ini bersifat berjenjang/bertahap/bertingkat. Contoh:
o    dingin >< hangat >< panas
o    kaku >< lentur >< elastis
o    mahal >< wajar >< murah
Kontras adalah kata-kata yang mengandung seluruh atau sebagian makna yang bertentangan secara tajam dan jelas. Jika kata-kata semacam ini dinegatifkan, makna kata yang menjadi penentangnya akan serta-merta muncul. Contoh:
• kaya >< melarat; kaya >< miskin.
kaya mengandung makna yang bertentangan secara tajam terhadap melarat, tetapi merupakan antonim melengkapi terhadap miskin.
• pintar >< tolol; pintar >< bodoh.
pintar mengandung makna yang bertentangan secara tajam terhadap tolol, tetapi merupakan antonim melengkapi terhadap bodoh.
• melarat – miskin atau tolol – bodoh merupakan sinonim semirip.
Kontras juga dapat dibentuk melalui afiksasi seperti, non-, a-, anti, awa-, nir-, tan-. Contoh:
•    komunis >< nonkomunis
•    susila >< asusila
•    mapanisme >< antimapanisme
•    berawak >< awaawak
•    laba >< nirlaba
•    baku >< tanbaku
Antonim disebut juga lawan kata, yaitu hubungan antara satu kata dengan kata yang lain yang dianggap berlawanan.
Contoh:
- siang > < malam
- pulang > < pergi
- kaya ><miskin
- panjang> < pendek
- hidup > < mati
Contoh dalam kalimat:
- Orang yang kaya itu membeli mobil.
Orang yang miskin itu tidak dapat membeli mobil.
- Rambutnya panjang sekali.
Rambutnya pendek sekali.

Istilah Asing
Dewasa ini banyak sekali muncul kata-kata atau istilah-istilah baru dalam media massa maupun sebuah buku, yang mana istilah-istilah tersebut masih asing dimata orang awam.

Istilah-istilah tersebut biasanya disebut dengan "istilah intelek", yang sebenarnya merupakan istilah asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia, yaitu yang biasa disebut dengan kata serapan.

Di kalangan para akademisi penggunaan istilah-istilah tersebut sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, baik dalam bahasa lisan maupun tulisan.

Berikut ini kumpulan istilah-istilah serapan atau bahasa kerennya istilah intelek, yang saya kumpulkan dari buku-buku ilmiah. Jika ada kesalahan, mohon dikoreksi.

  • Integritas = kejururan
  • Kredibilitas = kepercayaan
  • Kredibel = sikap dapat dipercaya
  • Loyalitas = kesungguhan
  • Loyal = sikap sungguh-sungguh
  • Skill = keterampilan
  • Relasi = hubungan
  • Komparasi = perbandingan
  • Kompetensi = kemampuan
  • Kompeten = mampu
  • Kapabilitas = kemampuan/kecakapan
  • Dikotomi = pembagian dalam dua bagian
  • Kolektif = bersama-sama
  • Kolegial = teman sejawat (kata sifat)
  • Kolega = teman sejawat (kata benda)
  • Refleksi = pemikiran suatu hal
  • Distorsi = berubah/penyimpangan
  • Otoritas = wewenang
  • Otoriter = sewenang-wenang
  • Indikasi = petunjuk Indikator = penunjuk
  • Invansi = serbuan/penyerbuan
  • Stagnan = mandeg/jalan ditempat
  • Rekonstruksi = pembangunan kembali
  • Konstitusi = Undang-Undang
  • Regulasi = peraturan
  • Urban = kota
  • Urgensi = desakan
  • Elite = golongan atas/kaum atasan
  • Preventif = pencegahan
  • Kultur = budaya
  • Spasial = keruangan
  • Regional = kewilayahan (kata sifat)
  • Region = wilayah (kata benda)
  • Eksekusi = pelaksanaan
  • Titik nadir = titik terendah
  • Titik kulminasi = titik puncak
  • Produktivitas = daya produksi
  • Prospek = harapan/kemungkinan
  • Probabilitas = kemungkinan
  • Deviasi = penyimpangan
  • Anomali = penyimpangan
  • Prespektif = pandangan/sudut pandang
  • Kontinuitas = kelanjutan
  • Legitimasi = hak kekuasaan
  • Aliansi = = persekutuan/perserikatan
  • Insentif = bonus
  • Konvensi = rapat/persetujuan
  • Rekonsiliasi = perdamaian/perukunan kembali
  • Ratifikasi = pengesahan
  • Hegemoni = menguasai/dominasi
  • Mekanisme = alat/cara
  • Recovery = pemulihan
  • Budget = anggaran
  • Defensif = sikap pembelaan/sikap bertahan
  • Demagogi = penghasut yang pandai berpidato
  • Konspirasi = kongkalikong/sekongkol/persekongkolan
  • Paradigma = cara berfikir
  • Prestise = gengsi
  • Kemampuan pedagogik = kemampuan mendidik
  • Rekonsiliasi = perdamaian/perukunan kembali
  • Solidaritas = kesetiakawanan
  • Soliditas = penguatan/pengukuhan
  • Attitude = sikap / perilaku
  • Potensi afektif = potensi sikap
  • Potensi kognitif = potensi ilmu/pengetahuan
  • Retorika = kepandaian berbicara
  • Elektabilitas = kepemilihan
  • Eskalasi = perluasan/peningkatan
  • Taklid buta = mengikuti tanpa tahu dalilnya
  • Renovasi = pembaharuan kembali
  • Inovasi = pembaharuan
  • Qualified = memenuhi syarat
  • Efektif = berhasilguna
  • Efisien = tepatguna/berdayaguna
  • Justifikasi = pembenaran/dasar pembenaran
  • Legalisasi = pengesahan/pengabsahan
  • Komprehensif = luas/meliputi banyak hal/pemahaman
  • Analogi = persamaan
  • Doktrin = ajaran
  • Ontologi = cabang ilmu filsafat yang berhubungan dengan hakikat hidup
  • Antologi = kumpulan karya tulis pilihan dr seorang atau beberapa orang pengarang
  • Dogma = pokok ajaran (tentang kepercayaan dsb) yg harus diterima sbg hal yg benar dan baik, tidak boleh dibantah dan diragukan; keyakinan tertentu
  • Plural = majemuk
  • Fundamental = bersifat dasar (pokok); mendasar
  • Fundamentalisme = paham yg cenderung untuk memperjuangkan sesuatu secara radikal
  • Teologi = pengetahuan tentang ketuhanan
Kata Umum dan Kata Khusus
 
Kata umum dibedakan dari kata khusus berdasarkan ruang lingkupnya. Makin luas ruang lingkup suatu kata, makin umum sifatnya. Sebaliknya, mana kata menjadi sempit ruang lingkupnya makin khusus sifatnya.
Makin umum suatu kata makin besar kemungkinan terjadi salah paham atau perbedaan tafsiran. Sebaliknya, makin khusus, makin sempit ruang lingkupnya, makin sedikt terjadi salah paham. Dengan kata lain, semakin khusus makna kata yang dipakai, pilihan kata semakin cepat. Perhatikan contoh berikut:
1) Kata umum: melihat
Kata khusus: melotot, melirik, mengintip, menatap, memandang,
2) Kata umum: berjalan
Kata khusus: tertatih-tatih, ngesot, terseok-seok, langkah tegap,
3) Kata umum: jatuh
Kata khusus: terpeleset, terjengkang, tergelincir, tersungkur, terjerembab, terperosok, terjungkal.
 
Peyorasi dan Ameliorasi
 
Ameliorasi adalah proses perubahan makna kata yang menyebabkan makna baru lebih tinggi / halus / baik nilai rasanya daripada makna dahulu , contoh : Wanita dirasa lebih tinggi nilainya daripada perempuan , Istri dirasa lebih tinggi daripada kata bini , Hamil dirasa lebih tinggi daripada kata bunting .
D
      Penurunan makna ( peyorasi )
Adalah proses perubahan makna kata yang menyebabkan makna baru lebih rendah / kurang baik / kurang halus / kurang menyenangkan nilai rasanya daripada makna dahulu . 
contoh :
perempuan , bini , bunting , oknum , kaki tangan , dsb . oknum : pelaku ( makna dahulu ) , pelaku kejahatan ( makna sekarang )
kaki tangan : pembantu ( makna dahulu ) pembantu dalam hal tidak baik ( makna sekarang )
Catatan :
1.  Peninggian  dan penurunan makna kata berkaitan dengan nilai rasa atau emotif , pasangan kata seperti laki-suami , bini-istri , laki-bini suami-istri , laki-laki-pria .
2.    Kata kata bentukan baru dengan kata tuna- dirasa lebih tinggi / halus / hormat daripada kata yang sudah ada . misalnya : tuna rungu – tuli , tuna netra-buta , tuna wicara-bisu , tunawisma-gelandangan , tuna aksa ra-buta huruf , tuna karya – penganggur .

Contoh Wacana

Kejayaan Kerajaan Trumon

 http://wacananusantara.org/wp-content/uploads/2013/02/KoinTrumon.jpg

Aceh merupakan wilayah paling strategis bagi perdagang, nelayan, ataupun aktivitas ekonomi lainnya. Berdasarkan warisan literasi yang ada, mencatat bahwa pada abad ke-18 telah berdiri sebuah kerajaan yang dipimpin langsung oleh seorang saudagar pemuka Islam dan berasal dari XXV Mukim Aceh Besar, kerajaan tersebut bernama Kerajaan Trumon. Saudagar yang memimpin Trumon ini juga diberi gelar sebai Teuku Raja Singkil, beliau adalah Tengku Djakfar. Tengku Djakfar mempelajadi dan mendalami Islam di Ujung Serangga, kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya sehingga meraih gelar labai atau tengku, panggilan ulama dalam masyarakat Aceh.
Dipimpin oleh seorang saudagar membuat rakyat Trumon memahami betul bagaimana cara berdagang yang baik dan dapat menghasilkan uang yang banyak untuk mereka. lalu dikenallah masyarakat Kerajaan Trumon sebagai masyarakat yang sejahtera. Sebagai negri lada yang tersohor, daerah Trumon ini mampu dikenal di Negara-negara Asia dan Eropa, sehingga banyak yang berdatangan dan ingin menjadi warga di Kerajaan Trumon. Kejayaan ini di kokohkan lagi dengan diberinya cap Sikuereung (sembilan) sebagai mata uang sendiri yang dikenal di dunia. selain itu mereka juga memiliki armada dagang laut yang diberi nama Diana dan Le-Xemie yang membawa lada ke Penang, India dan Timur Tengah. Hal tersebut terjadi di bawah kepemimpinan Teuku Raja Bujang dengan kebijaksanaan dan kecerdasan yang dimilikinya. Kepemimpinan Kerajaan Trumon berlangsung dari satu keturunan ke keturunan lainnya.
Di bawah kepemimpinan Teuku Raja Fansury Alamsyah (Teuku Raja Batak) yang menggantikan ayahnya Teuku Raja Bujang, Trumon mengalami masa-masa sulit. Jumlah penduduk merosot drastis dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor sebagai berikut.
  1. Banyak warga yang meninggal dunia akibat wabah kolera yang melanda mereka, juga cacar yang diperkirakan terjadi pada tahun 1885.
  2. Trumon menjadi basis umum anti kape (Belanda), yaitu MUSLIM. Sedangkan panglima muslimin adalah keluarga Raja dan dibantu pula oleh kerajaan. Hal ini mengakibatkan banyak penduduk yang memiliki untuk keluar dari Trumon.
  3. Masuknya Jepang ke tanah air dan menjadikan Trumon sebagai tempat pertahanan dalam menghadapi tentara sekutu pada Perang Timur Raya.
Masuknya penjajah ke Indonesia membuat pergerakan Trumon sudah tidak selincah dulu lagi, belum lagi tekananan yang diberikan untuk masyarakat Trumon. Sampai masuknya Belanda dan jepang Trumon masih dapat mempertahankan dirinya dengan segala sisa-sisa kepemimpinannya. Namun, saat masuk masa kemerdekaan masyarakat Trumon diberikan kebebasan untuk merdekan menjadi Kerajaan yang berdaulat, tetapi hal itu ditolak karena adanya filling yang dilakukan dengan daerah lainnya. Trumon akan merdeka jika semua daerah si Aceh ini diberikan kemerdekaan seluruhnya dan sepenuhnya. Maka kedaulatan yang ditawarkan pun ditolaknya. Hingga masa kemerdekaan secara nasional berhasil di raih, berakhir pulalah kerajaan Trumon. Tidak ada yang tau secara pastinya tahun bahkan tanggal dan bulan berapa Trumon benar-benar runtuh, tetapi dari semua itu tujuan utama masyarakat Trumon sudah tercapai, yaitu: Merdeka!



 



Nama     : Ani Yunita Sari
NPM      : 10111910
Kelas    : 3KA24


Jumat, 18 Oktober 2013

Kehidupan


Hidup adalah anugerah
Tak mampu untuk dipungkiri
Bola mata menatap tajam
Di selimuti bayangan
Bayangan yang mampu menerbangkan keinginan
Waktu yang telah berlalu tak kunjung
Padam  seperti api
Kelapangann hati hanya mampu mengikuti
Seperti aliran air
Jiwa dan pikiran bertolak belakang terhadap kenyataan
Keinginan kecil untuk hal indah pasti ada
Logika positif datang mewakili kebaikan
Untuk terbang dengan kekuatan
Masa lalu hitam menjadi rekaman
Untuk kenangan di masa depan
Usaha dan keyakinan
Ialah yang dapat mencapai sebuah Kristal kesempurnaan
Di masa depan








Nama          : Ani Yunita Sari
NPM          : 10111910
Kelas          : 3KA24

Contoh Wacana Menggunakan EYD

Keindahan Pantai Muntun Lampung

Keindahan Pantai Mutun Lampung

Pantai Mutun

Pantai Mutun, merupakan salah satu pantai di Propinsi Lampung yang mudah dicapai. Letaknya tidak jauh dari Bandar Lampung, yang merupakan kota yang berkembang di propinsi ini serta memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Jika Anda singgah ke Bandar Lampung, Anda dapat menikmati berbagai permainan dan keindahan pantai di Pantai Mutun.
Untuk mengunjungi pantai ini, Anda harus menempuh jarak sekitar 25 km dari Bandar Lampung. Di samping kiri kanan menuju Pantai Mutun, pepohonan yang hijau menjadi penghias dari jalanan yang terbilang cukup baik. Sebuah petunjuk di jalan utama akan menjadi penanda jika Anda harus berbelok untuk mencapai pantai ini. Dari jalan raya, kini jalan tanah dengan bebatuan harus dilewati untuk mencapai Pantai ini. Jarak yang harus ditempuh tidak terlalu jauh, hanya sekitar 1 km.
Setelah membayar tiket masuk, kini Anda dapat menikmati suasana pantai yang ramai. Naik perahu, kano, banana boat atau berenang adalah aktivitas asyik yang biasa dilakukan di pantai, termasuk di pantai ini. Aktivitas memancing bersama keluarga atau untuk menyalurkan hobi juga dapat dilakukan di tempat ini. Peralatan memancing atau perahu dapat disewa untuk melakukan aktivitas ini.

Keindahan Pantai Mutun

Yang menarik dari Pantai Mutun adalah pasir pantai yang putih, berbeda dengan pantai yang ada di sebagian pulau Jawa. Jadi jika Anda ingin menikmati pantai dengan pasirnya yang putih, Pantai Mutun dapat menjadi salah satu pilihan, mengingat lokasinya yang tidak terlalu jauh untuk pengunjung yang berasal dari Jakarta atau daerah Jawa Barat yaitu di Lampung.
Air laut tergolong bersih dan jernih menarik banyak mengunjung untuk bermain lebih jauh dari pantai. Ombak laut di Pantai Mutun cukup tenang sehingga cukup aman untuk pengunjung yang ingin menceburkan diri di laut Jika Anda hanya ingin bersantai-santai, ada gubuk-gubuk yang untuk berteduh yang biasa digunakan pengunjung untuk duduk-duduk atau tidur-tiduran ditiup angin pantai yang sepoi-sepoi. Anda juga dapat merasakan ketenangan karena air laut yang biru dan jernih serta hamparan pasir putih ditambah hijaunya pulau yang ada di seberang pantai ini membentuk pemandangan alam yang indah yang layak dikunjungi.

Pulau Tangkil

Tidak jauh dari pantai ini terdapat pulau yang terlihat hijau dan terasa asri untuk dikunjungi. Untuk mendatangi pulau ini, Anda dapat naik perahu dengan membayar biaya per orang. Tidak dibutuhkan waktu terlalu lama untuk berkunjung ke pulau yang dikenal dengan Pulau Tangkil. Anda dapat beristirahat dengan lebih nyaman karena suasana yang rimbun dan cukup hening di pulau ini. Air laut juga lebih bersih sehingga cocok untuk berenang, bahkan Anda dapat melihat ikan-ikan yang berenang di dekat pantai.
Setelah lelah melakukan aktivitas di pantai, Anda dapat mencicip makanan dari tempat makan yang ada di pantai ini. Di sekitar ini juga tersedia penginapan dengan harga yang tidak mahal. Pantai Mutun, di Lampung, dengan pasir putih dan kejernihan air laut akan membuat para wisatawan tidak akan melupakan pantai ini.








Nama      : Ani Yunita Sari
NPM       : 10111910
Kelas      : 3KA24