Selasa, 16 Desember 2014

Gangguan dan Pengamanan Pada Layanan Telematika

Jenis Gangguan Pada Layanan Telematika
Pengertian Telematika itu sendiri adalah : menurut wikipedia Telematika merupakan singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam  sistem telekomunikasi. 
Beberapa contoh yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh dari telematika. 
Ada beberapa gangguan yang terjadi pada layanan telematika yaitu :
-  Noise adalah suatu sinyal gangguan yang bersifat akustik (suara), elektris, maupun elektronis yang hadir dalam suatu sistem (rangkaian listrik/ elektronika) dalam bentuk gangguan yang bukan merupakan sinyal yang diinginkan.
-  Flooding adalah teknologi informasi yang mengacu kepada salah satu jenis serangan Denial-of-service yang menggunakan paket-paket SYN. Denial of Service (DoS) merupakan serangan dimana suatu pihak mengekploitasi aspek dari suite Internet Protocol untuk menghalangi akses pihak yang berhak atas informasi atau sistem yang diserang.
-  Virus adalah sebuah program komputer yang dapat menggandakan dirinya secara sendiri dalam sistem komputer. Sebuah worm dapat menggandakan dirinya dengan memanfaatkan jaringan (LAN/WAN/Internet) tanpa perlu campur tangan dari user itu sendiri.
-  Sniffer adalah sebuah device penyadapan komunikasi jaringan komputer dengan memanfaatkan mode premicious pada ethernet.



a. Autentifikasi adalah proses pengenalan peralatan, sistem operasi, kegiatan, aplikasi dan identitas user yang terhubung dengan jaringan computer. Autentikasi dimulai pada saat user login ke jaringan dengan cara memasukkan username dan  password. Setiap user harus login ke server sebelum bisa memanfaatkan sumber daya yang terhubung ke server. Server lalu mengautentifikasi user dan memverifikasi bahwa user tersebut memiliki izin untuk login ke jaringan, dengan memeriksa username dan password user tersebut terhadap database pada server.
Tahapan Autentikasi:
1.    Autentikasi untuk mengetahui lokasi dari peralatan pada suatu simpul jaringan (data link layer dan network layer)
2.     Autentikasi untuk mengenal sistem operasi yang terhubung ke jaringan (transport layer)
3.    Autentikasi untuk mengetahui fungsi/proses yang sedang terjadi di suatu simpul jaringan (session dan presentation layer)
4.    Autentikasi untuk mengenali user dan aplikasi yang digunakan (application layer)
Contohnya : Pada penggunaan email, facebook dan lain-lain dimana seorang user dalam pengaksesan email atau account-nya harus memasukan username dan password terlebih dahulu.

b. Kriptografi adalah suatu ilmu ataupun seni mengamankan pesan ( berhubungan dengan pengiriman data, enkripsi data ), yang dilakukan oleh cryptographerEnkripsi adalah tehnik pengkodean data yang berguna untuk menjaga data atau file di dalam komputer maupun pada jalur komunikasi dari pemakai yang tidak di kehendaki. Kriptografi digunakan untuk mencegah orang yang tidak berhak untuk memasuki komunikasi, sehingga kerahasiaan data dapat dilindungi. Secara garis besar, kriptografi digunakan untuk mengirim dan menerima pesan. Kriptografi pada dasarnya berpatokan pada key yang secara selektif telah disebar pada komputer – komputer yang berada dalam satu jaringan dan digunakan untuk memproses suatu pesan.
Kriptografi dapat memenuhi kebutuhan umum suatu transaksi:
1.      Kerahasiaan (confidentiality) dijamin dengan melakukan enkripsi (penyandian).
2.      Keutuhan (integrity) atas data-data pembayaran dilakukan dengan fungsi hash satu arah.
3.  Jaminan atas identitas dan keabsahan (authenticity) pihak-pihak yang melakukan transaksi dilakukan dengan menggunakan password atau sertifikat digital. Sedangkan keotentikan data transaksi dapat dilakukan dengan tanda tangan digital.
4.  Transaksi dapat dijadikan barang bukti yang tidak bisa disangkal (non-repudiation) dengan memanfaatkan tanda tangan digital dan sertifikat digital.

c. WEP (Wired Equivalent Privacy)
WEP adalah suatu metode pengamanan enkripsi pertama yang digunakan pada wireless enkripsi yang disetting oleh administrator, dimana user yang ingin terhubung harus memasukkan kombinasi kata yang sesuai dengan enkripsi yang sudah di setting oleh administrator.
Pengamanan WEP dipilih karena  telah memenuhi standar, diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Exportable
  • Reasonably Strong
  • Self Synchronizing
  • Computationally Efficient
  • Optional

https://coursemean.wordpress.com/2014/01/15/tugas-3-pengantar-telematika/



Ani Yunita Sari
10111910
4KA24