Senin, 30 Desember 2013

HUJAN

Mendung seakan bersahabat dengan langit belakangan ini. Bumi hampir tak pernah tersentuh sinar mentari. Titik air yang selalu membasahi bumi yang gersang, meneduhkan sekaligus mengkhawatirkan penduduknya. Meneduhkan, karena sejatinya hujan diturunkan sebagai renungan dari Sang Khalik untuk makhluk-Nya. Mengkhawatirkan, karena hujan kerap kali membawa kemacetan sebagai kawan. Tak ada seorang pun yang merasa bebas dari ancaman pulang malam.

Termasuk aku, yang terus berkeluh kesah di bawah naungan halte bis ini. Sore hari menunggu bis di halte bukanlah ide yang baik, namun hujan ini kian memperparah perasaanku. Yang membuatku kesal, bukanlah titik-titik air yang turun dari langit itu, melainkan kendaraan-kendaraan di hadapanku, kendaraan yanhg melaju sesuka hati tanpa memikirkan keselamatan orang lain, tanpa melihat adanya genangan air yang bisa membuat "pola" baru pada bajuku,egois memang gerutuku.

Saat aku tengah bersungut-sungut meratapi nasib, mataku tertumbuk pada seseorang. Ia tersenyum dan menanyakan keadaanku. Aku baik-baik saja, kataku. Ia tersenyum lagi.

"Siapa namamu?" tanyanya.
"ani," jawabku.
"tidak suka hujan?" tukasnya gamblang.
"Ya," jawabku. 
"mengapa?bukankah hujan memberi kesejukan?aku mencintai hujan," balasnya.
"Kalau begitu, mungkin kita tidak akan cocok, karena aku membenci hujan," ujarku terus terang.
Aku tertawa melihat ekspresinya. Di antara tawa, aku berujar getir, "Hujan mengambil pamanku setahun lalu." Ekspresinya berubah, agak berduka.

"Maaf...kecelakaan?" tanyanya. Aku mengangguk lembut. Setelah itu, tak ada diksi di antara kami, hujan sajalah yang mewarnai percakapan kami.

Tapi, itu bukan terakhir kalinya aku bertemu dengannya. Keesokan harinya, aku bertemu lagi dengannya. Ia menyandang kamera di pundak kanannya. Dan, hari itu ketika aku bertemu dengannya, hujan kembali turun dari langit.

"Apa kau ini dewa hujan, heh? Mengapa setiap aku bertemu denganmu, selalu diiringi dengan hujan?" seruku bercanda.
Dia tertawa, kemudian berkata, "Aku lahir bersama hujan, dan kemana pun aku pergi selalu hujan, aku lelaki yang membawa hujan."
Aku tersenyum, menggodanya, "Mereka selalu bilang, orang yang lahir bersama hujan adalah orang yang pelit," kataku.

"Aku tidak!" bantahnya.
"Benarkah?" tanyaku lagi.
"Aku akan ke sana, akan kubelikan kau segelas cokelat hangat!" katanya mencari pembuktian, jarinya menunjuk ke bangunan kedai kopi ternama. Dengan geli aku mengikutinya. Saat ia menyerahkan gelas itu kepadaku, aku tergelak. Dia menatapku, bingung.

"Kau itu benar-benar seperti keponakanku saja!" seruku.
Ia menempelkan tanganku di pipinya, agak lama, hingga membuatku canggung. Aku tak bisa berkata-kata dan akhirnya aku mengalihkan pembicaraan.

"Bisnya sudah datang, aku pulang dulu," seruku. Ia kembali tersenyum,
"Menghindar?" tanyanya. Matanya berkilat nakal dan menggoda .
"Menghindar dari apa?" seruku berpura-pura polos.
"Dari ini...." ia menggantung kalimatnya,lalu menatapku dalam.
Tanpa kusadari pipiku memerah, dan saat itu juga, tangannya bergerak mencubit pipiku. Kini ganti aku yang cemberut, ia tertawa.
     "Sudah, pulang sana, nanti terlalu malam sampai rumah," katanya lagi.
 "baiklah, terimakasih" seruku seraya menjulurkan lidah dan bergegas pergi dari kafe itu. Sempat kutangkap langkah kakinya dan senyum khasnya dari sudut mataku, sebelum aku naik bis.

Sejak saat itu, aku selalu bertemu dengannya di bawah naungan halte. Kami mengobrol tentang banyak hal, aku menemukan sisi lain dirinya yang tak pernah kutemukan sebelumnya. Dia, seseorang yang hingga saat ini belum kutahu namanya, adalah seorang pemikir yang lihai mengambil keputusan. Karakternya mantap, jika dia berkata 'Ya' terhadap sesuatu,dia akan menjalankannya dengan sungguh-sungguh, tapi jika dia telah mengatakan 'Tidak' pada sesuatu, dia tidak akan pernah menyesali keputusannya itu.

Tipe cowok idealku.
Tunggu!
     Kenapa aku bilang begitu tentangnya? Aku dan dia hanya sahabat, dia adalah orang yang senang kuajak bertukar pikiran. Dia bijak, dan aku memang mengharapkan kebijakannya itu. Di samping itu, dia menghilangkan ketakutanku terhadap hujan. Dulu, sebelum keberadaannya, aku selalu mendesah saat hujan turun, teringat kenangan buruk yang mengambil nyawa pamanku dulu. Sekarang, dengan keberadaannya, aku merasa senang bila hujan turun. Karena dia ada setiap hujan turun. Dia adalah matahari pribadiku, yang menyinariku di saat mendung menutupi matahari yang lain.

Dan hari itu, aku kembali menemuinya di halte reyot itu. Ia menyampirkan Nikon andalannya dia pundak. Aku melirik kameranya itu. "Mau memotret apa?" tanyaku.

"Bintang," jawabnya gamblang. "Langit malam, tepatnya, karena aku tak mungkin memotret bintang dengan benda ini," katanya seraya menepuk-nepuk kamera andalannya. Aku tertawa, lalu menghempaskan diri ke bangku halte, duduk di sebelahnya. Ia menerawang langit.

"Mengapa kau sangat menyukai bintang? Tidakkah mereka itu ilusi? Terlihat indah dari jauh, namun hanya merupakan kumpulan debu dan gas ketika didekati?" tanyanya.

"Bagaimana denganmu? Tidakkah hujan menunjukkan kesedihan, airmata yang turun dari langit?"

Ia tersenyum. "Hujan memiliki dua sisi, sama seperti mata pedang, melambangkan kesenangan, tetapi juga melambangkan kesedihan.Tetapi, sesungguhnya, hujan diturunkan untuk menenangkan hati manusia, meneduhkan pikirannya, menghapus kenangan buruk darinya, karena setelah hujan, hadirlah pelangi. Sama seperti hidup ini, setelah ada tantangan yang rumit, tawa bahagia menanti di belakangnya," ia menutup argumen puitisnya itu.

Keheningan kembali menyelimuti. Masing-masing dari kami memikirkan argumen yang lain. Aku duduk di bangku halte dan dia mematung di bawah naungan atapnya. Waktu berdetak, dan kecipak genangan air tiba-tiba membuyarkan lamunan kami. Aku menoleh, mengamati anak-anak kecil yang bermain di genangan air. Ia menoleh pada saat yang bersamaan, mengangguk ke arahku. "Lihat itu, itulah kebahagiaan yang hadir setelah hujan, ani," serunya tersenyum, merasa menang.

Aku, yang tak ingin mengalah, berujar, "Mereka anak kecil, seorang anak kecil selalu melihat sesuatu dengan penuh kekaguman, mereka tak mengerti apa yang mereka lihat."

"Jika seorang anak kecil tak bisa bersikap dewasa, itu wajar. Yang tak wajar adalah orang dewasa yang lupa dulu dirinya pernah menjadi anak kecil," ia menerawang. Rupanya pria pecinta hujan ini juga pecinta Harry Potter.

Waktu berdetak kembali, dan diksi akhirnya memecah bendungan sungai kebisuan. "Alam mengajarkan kita begitu banyak hal," serunya, menatap ke langit sore yang kembali mendung.

"Sejatinya, Tuhanlah yang mengajarkan kita, karena jagat raya ini adalah kepunyaanNya, Dialah guru dari segala guru," balasku.

"Dan semakin banyak manusia belajar, semakin ia menyadari kebodohannya," ia tersenyum samar, seolah menyayangkan ketidakmampuan berpuisinya.

"Aku tahu," seruku singkat, mengakhiri percakapan kami.
Malam itu, ternyata adalah malam terakhir aku bersamanya. Sejak malam itu hingga seterusnya, aku tak pernah lagi melihatnya. Di halte, di bis, di kedai kopi, di mana-mana. Ia seolah menghilang bersama musim hujan. Aku terus menerus mengharapkan hujan, berharap ia muncul bersamanya. Namun, ia tak pernah muncul. Seolah menghilang bersama pudarnya musim hujan. Hujan tak sama lagi tanpanya. Dialah lelaki yang membuatku mencintai hujan.

Dan, di sinilah aku berdiri kembali dipayungi halte reyot. Titik-titik hujan kembali turun, dan memoriku tentangnya kembali bermain. Seiring dengan turunnya hujan, aku tersenyum, teringat kata-katanya padaku di tempat ini dulu. Karena aku meyakini satu hal : Meski kini dia tak lagi berada di sampingku, aku tahu, dia berada di bawah langit yang sama denganku, menatap hujan ini dengan tersenyum, sama seperti aku .



-END-



Nama     : Ani Yunita Sari
Kelas    : 3KA24
NPM      : 10111910

Jumat, 29 November 2013

II. KERANGKA KARANGAN

Tema : Kenakalan Remaja
Tujuan : Mengetahui pola perilaku remaja
Judul : Mengatasi masalah kenakalan remaja di era modern
1.       Pengertian
1.1   Pengertian Remaja dan ciri-cirinya
1.2   Pengertian kenakalan Remaja menurut para ahli 
 
2.       Penyebab terjadinya kenakan remaja
2.1   faktor internal :
a.       krisis identitas
b.      kontrol diri yang lemah
2.2   faktor eksternal :
a.       lingkungan keluarga
b.      teman / lingkungan pergaulan yang kurang baik
c.       komunitas / lingkungan tempat tinggal yang kurang baik 
 
3.       Macam-macam kenakalan remaja :
3.1   Penyalah gunaan alkohol, narkotika dan zat aditif lainnya
3.2   Perkelahian perorangan atau kelompok/masal
3.3   Kebut-kebutan /balap liar
3.4   Freesex dan pemerkosaan
3.5   Pembunuhan dan tindak kriminal lainnya 
 
4.       Dampak kenakalan remaja :
4.1   remaja akan memiliki kepribadian yang buruk
4.2   dihindari atau dikucilkan oleh masyarakat
4.3   masa depan suram
 
5.       cara menanggulangi kenakalan remaja :
5.1   Tindakan Preventif
a.       Mengenal dan mengetahui ciri umum remaja
b.      Mengetahui kesulita-kesulitan yang secara umum dialami remaja
c.       Usaha pembinaan remaja
5.2   Tindakan Represif
a.       Dirumah, Remja harus menaati tata cara dan aturan yang berlaku
b.      Disekolah, Pelaksanaan hukuman terhadap pelanggaran yang dilakukan
c.       Tindakan kuratif dan rehabilitas 
 
 
 



I. KERANGKA KARANGAN

Topik     :  PENCEMARAN LINGKUNGAN
Tujuan  :  Untuk mengetahui cara mengatasi pencemaran lingkungan
Tema     :  Beberapa cara untuk mengatasi pencemaran lingkungan

BAB I    PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
1.2    Tujuan
1.3    Landasan  Teori

BAB II   PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Lingkungan
2.2  Jenis – jenis Pencemaran Lingkungan
2.2.1  Pencemaran Air
2.2.2  Pencemaran Tanah
2.2.3  Pencemaran Udara
2.2.3.1 Pencemar Udara Berbentuk Gas
2.2.3.2 Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat
2.3  Faktor – faktor Penyebab Pencemaran Lingkungan
2.4   Akibat Yang Ditimbulkan Oleh Pencemaran
2.4.1  Punahnya Spesies
2.4.2  Peledakan Hama
2.4.3  Gangguan Keseimbangan Lingkungan
2.4.4  Kesuburan Tanah Berkurang
2.4.5  Keracunan dan Penyakit
2.4.6  Pemekatan Hayati
2.4.7  Terbentuknya Lubang Ozon dan Efek Rumah Kaca
2.5  Cara Mengatasi Pencemaran Lingkungan

BAB III  PENUTUP
3.1  Kesimpulan
3.2  Saran
3.3  Daftar Pustaka



 
PENCEMARAN LINGKUNGAN

BAB I  PENDAHULUAN

 1.1  LATAR BELAKANG
“Pencemaran” adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan.

1.2  TUJUAN
Tujuan penulisan makalah ini yaitu agar para pembaca bisa mengetahui mengenai pencemaran lingkungan dan akibat yang di timbulkan dari pencemaran lingkungan itu sendiri, selain itu makalah ini juga guna memenuhi tugas dari mapel Geografi”, dan  agar para pembaca untuk kedepanya lebih bisa mengerti mengenai lingkungan sekitar,dan menjaga ke asriannya

1.3  LANDASAN TEORI
Pengertian pencemaran udara berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 1997 pasal 1 ayat 12mengenai Pencemaran Lingkungan yaitu pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pencemaran yang berasal dari pabrik, kendaraan bermotor, pembakaran sampah, sisa pertanian, dan peristiwa alam seperti kebakaran hutan, letusan gunung api yang mengeluarkan debu, gas, dan awan panas.
Menurut Peraturan Pemerintah RI nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat,energi, dari komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya.

BAB II  PEMBAHASAN

 2.1  PENGERTIAN LINGKUNGAN
“Pencemaran” adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan.
Pencemaran lingkungan dapat terjadi dimana saja dengan laju yang sangat cepat, dan beban pencemaran yang semakin berat akibat limbah industri dari berbagai bahan kimia termasuk logam berat. Pencemaran lingkungan dapat dikategorikan menjadi:

2.2  JENIS – JENIS PENCEMARAN LINGKUNGAN
Berdasarkan lingkungan yang mengalami pencemaran, secara garis besar pencemaran lingkungan dapat dikelompokkan menjadi pencemaran air, tanah, dan udara.

2.2.1        Pencemaran Air
Di dalam tata kehidupan manusia, air banyak memegang peranan penting antara lain untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk mengairi sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi.
Tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah menambahjumlah bahan anorganik pada perairan dan mencemari air. Misalnya, pembuangan detergen ke perairan dapat berakibat buruk terhadap organisme yang ada di perairan. Pemupukan tanah persawahan atau ladang dengan pupuk buatan, kemudian masuk ke perairan akan menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air yang tidak terkendali yang disebut eutrofikasi atau blooming. Beberapa jenis tumbuhan seperti alga, paku air, dan eceng gondok akan tumbuh subur dan menutupi permukaan perairan sehingga cahaya matahari tidak menembus sampai dasar perairan. Akibatnya, tumbuhan yang ada di bawah permukaan tidak dapat berfotosintesis sehingga kadar oksigen yang terlarut di dalam air menjadi berkurang.
Bahan-bahan kimia lain, seperti pestisida atau DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) yang sering digunakan oleh petani untuk memberantas hama tanaman juga dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan organisme lainnya. Apabila di dalam ekosistem perairan terjadi pencemaran DDT atau pestisida, akan terjadi aliran DDT.

2.2.2        Pencemaran Tanah
Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia. Kualitas tanah dapat berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir sehinggakesuburannya akan berkurang. Selain itu, menurunnya kualitas tanah juaga dapat disebabkan limbah padat yang mencemari tanah.
Menurut sumbernya, limbah padat dapat berasal dari sampah rumah tangga (domestik), industri dan alam (tumbuhan). Adapun menurut jenisnya, sampah dapat dibedakan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, seperti dedaunan, bangkai binatang, dan kertas. Adapun sampah anorganik biasanya berasal dari limbah industri, seperti plastik, logam dan kaleng. Sampah organik pada umumnya mudah dihancurkan dan dibusukkan oleh mikroorganisme di dalam tanah. Adapun sampah anorganik tidak mudah hancur sehingga dapat 
menurunkan kualitas tanah.

2.2.3    Pencemaran Udara
Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Bentuk pencemar udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel cair atau padat.

2.2.3.1   Pencemar Udara Berbentuk Gas
Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke lingkungan udara, dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC). Kadar CO2 yang terlampau tinggi di udara dapat menyebabkan suhu udara di permukaan bumi meningkat dan dapat mengganggu sistem pernapasan. Kadar gas CO lebih dari 100 ppm di dalam darah dapat merusak sistem saraf dan dapat menimbulkan kematian. Gas SO2 dan H2S dapat bergabung dengan partikel air dan menyebabkan hujan asam. Keracunan NO2 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, kelumpuhan, dan kematian. Sementara itu, CFC dapat menyebabkan rusaknya lapian ozon di atmosfer.

2.2.3.2  Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat
Partikel yang mencemari udara terdapat dalam bentuk cair atau padat. Partikel dalam bentuk cair berupa titik-titik air atau kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak napas jika terhiap ke dalam paru-paru.
Partikel dalam bentuk padat dapat berupa debu atau abu vulkanik. Selain itu, dapat juga berasal dari makhluk hidup, misalnya bakteri, spora, virus, serbuk sari, atau serangga-serangga yang telah mati. Partikel-partikel tersebut merupakan sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan manusia.
Partikel yangmencemari udara dapat berasal dari pembakaran bensin. Bensin yang digunakan dalam kendaraan bermotor biasanya dicampur dengan senyawa timbal agar pembakarannya cepat mesin berjalan lebih sempurna. Timbal akan bereaki dengan klor dan brom membentuk partikel PbClBr. Partikel tersebut akan dihamburkan oleh kendaraan melalui knalpot ke udara sehingga akan mencemari udara.

2.3  FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PENCEMARAN LINGKUNGAN
·        Proses-proses alam, antara lain pembusukan secara biologis, aktivitas gunung berapi, terbakarnya semak-semak, dan halilintar.
·        Pembuatan/aktivitas manusia, seperti:
·        Hasil pembakaran bahan bakar yang terjadi pada industri dan kendaraan bermotor.
·        Pengolahan dan penyulingan bijih tambang mineral dan batubara.
·        Proses-proses dalam pabrik.
Sisa-sisa buangan dari aktivitas-aktivitas tersebut  di atas. Pencemaran lingkungan ini sudah terjadi sejak jaman dahulu kala, sejak adanya manusia, tetapi baru abad 20 pencemaran yang diakibatkan karena manusia ini menjadi pokok bahasan pada semua kalangan masyarakat dan perlu mendapat penanganan dan pengawasan secara serius.

Faktor-faktor penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagai hasil sampingan perbuatan manusia meliputi;
·         Faktor Industrialisasi
  1. Pertambangan, transportasi, penyulingan dan pengolahan bahan hingga menghasilkan barang yang dapat digunakan.
  2. Pertambangan, transportasi, penyulingan dan penggunaan bahan bakar untuk menghasilkan energi.
  3. Sisa-sisa buangan yang dihasilkan sebagai hasil sampingan selama proses-proses di atas.
·         Faktor Urbanisasi
  1. Pembukaan hutan untuk perkampungan, industri dan sistem transportasi.
  2. Penimbunan atau menumpuknya sisa-sisa buangan/sampah dan hasil?samping selama proses- proses di atas.
·         Faktor Kepadatan Penduduk
  1. Meningkatnya kebutuhan tempat tinggal/perumahan.
  2. Meningkatnya kebutuhan pangan dan kebutuhan energi.
  3. Meningkatnya kebutuhan barang-barang konsumsi dan bahan-bahan untuk hidup
·         Faktor Cara Hidup
  1. Penggunaan barang kebutuhan secara berlebihan sehingga terbuang percuma.
  2. Tuntutan akan kemewahan.
  3. Pemborosan energi
·         Faktor Perkembangan Ekonomi
  1. Meningkatnya penggunaan bahan sumber, misal BBM, hasil hutan.
  2. Meningkatnya sisa-sisa buangan sebagai hasil sampingan produksi barang-barang kepentingan dalam pabrik dan meningkatnya bahan pencemaran
Faktor-faktor di atas saling mempengaruhi secara kompleks. Apabila salah satu faktor terjadi, maka faktor lainnya dapat terjadi, dengan demikian terjadinya pencemaran lingkungan tidak dapat dihindari.

.Tabel 1 AKTIVITAS MANUSIA DAN HASIL SAMPING YANG DITIMBULKAN


Jenis Aktivitas
Hasil Samping yang ditimbulkan
1
Rumah Tangga
Pembuangan kotoran, air kotoran Sampah Pencemaran udara Kebutuhan tempat tinggal, dan lain-lain
2
Transportasi
Pencemaran Udara Pencemaran Air Pencemaran Suara Kecelakaan Kebutuhan tanah untuk jalan, dan lain-lain
3
Industri dan Pabrik
Pencemaran Udara Pencemaran Air Pencemaran tanah Sampah/sisa-sisa sebagai buangan Pencemaran panas Suara/kebisingan Kebutuhan tanah, dan lain-lain.
4
Pertambangan
Pencemaran udara karena demu Pencemaran air Sampah/sisa-sisa sebagai buangan Kebutuhan tanah, dan lain-lain.
5
Pertanian
Pencemaran Air Pencemaran tanah Buagan kotoran Kebutuhan tanah, dan lain-lain.

Tabel 2 SUMBER ENERGI DAN PENGARUHNYA

No
Sumber Energi
Pengaruh pada lingkungan
1
Energi Matahari
Pertambangan bahan-bahan galian Pemanfaatan tempat tinggal
2
Batubara
Pertambangan Pencemaran udara karena pembakaran Pencemaran panas
3
Minyak Bumi
Pencemaran udara karena pembakaran Pencemaran air
4
Gas Alam
Pencemaran udara karena pembakaran
5
Nuklir
Pencemaran udara karena radiasi Pemcemaran panas Penumpukan sisa buangan
6
Biomass
Penggunaan tanah Pencemaran udara

2.4  AKIBAT YANG DI TIMBULKAN OLEH PENCEMARAN

2.4.1  Punahnya Spesies
Bahan pencemar lazimnya berbahaya bagi kehidupan biota air dan darat. Berbagai jenis hewan mengelami keracunan, kemudian mati. Berbagai spesies hewan memiliki kekebalan yang tidak sama. Ada yang peka, ada pula yang tahan. Hewan muda, larva merupakan hewan yang peka terhadap bahan pencemar. Ada hewan yang dapat beradaptasi sehingga kebal terhadap bahan pencemar., adpula yang tidak. Meskipun hewan beradaptasi, harus diketahui bahwa tingkat adaptasi hewan ada batasnya. Bila batas tersebut terlampui, hewan tersebut akan mati.

2.4.2  Peledakan Hama
Penggunaan pestisida dan insektisida dapat pula mematikan predator. Karena predator punah, maka serangga hama akan berkembang tanpa kendali.

2.4.3  Gangguan Keseimbangan Lingkungan
Punahnya spasies tertentu dapat mengibah pola interaksi biologis dalam suatu ekosistem. Rantai makanan, jaring-jaring makanan dan lairan energi menjadiberubah. Akibatnya, keseimbangan lingkngan terganggu. Daur materi dan daur biogeokimia menjadi terganggu.

2.4.4  Kesuburan Tanah Berkurang
Penggunaan pestisida dan insektisida dapat berdampak kematian fauna tanah. Hal ini dapat menurunkan kesuburan tanah. Penggunaan pupuk terus menerus dapat menyebabkan tanah menjadi asam. Hal ini juga dapat menurunkan kesuburan tanah. Demikian juga dengan terjadinya hujan asam.

2.4.5  Keracunan dan Penyakit
Orang yang mengkonsumsi sayur, ikan, dan bahan makanan tercemar dapat mengalami keracunan. ada yang meninggal dunia, ada yang mengalami kerusakan hati, ginjal, menderita kanker, kerusakan susunan saraf, dan bahkan ada yang menyebabkan cacat pada keturunanketurunannya.

2.4.6  Pemekatan Hayati
Proses peningkatan kadar bahan pencemar melewati tubuh makluk dikenal sebagai pemekatan hayati (dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai biomagnificition.

2.4.7  Terbentuknya Lubang Ozon dan Efek Rumah Kaca
Terbentuknya Lubang ozon dan terjadinya efek rumah kaca merupakan permasalahan global yang dirasakan oleh semua umat manusia. Hal ini disebabkan karena bahan pencemar dapat tersebar dan menimbulkan dampak di tempat lain.

2.5  CARA MENGATASI PENCEMARAN LINGKUNGAN

Peranan Manusia Mengatasi Pencemaran Lingkungan :
1.      Manusia memiliki peranan yang sangat penting untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang terjadi akibat ulah manusia sendiri. Beberapa hal yang dapat dilakukan manusia untuk mengatasi pencemaran lingkungan akan diuraikan berikut ini:
2.      Melakukan Penghijauan Salah satu cara mengatasi pencemaran tanah adalah penghijauan kembali dengan cara memberi humus tanah, sehingga tanaman kembali subur.
3.      Rotasi Tanaman Rotasi tanaman adalah  salah satu upaya yang dilakukan untuk  mempertahankan kesuburan tanah. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menanam jenis tanaman yang berbeda pada tempat yang sama secara bergantian.
4.      Penggunaan Pupuk Seperlunya
5.      Penggunaan pu puk buatan seperti urea, ZA, dan NSP yang berlebihan sangat merusak lingkungan karena dapat menyebabkan eutrofikasi dan dapat meningkatkan keasaman tanah.Sebaiknya, petani menggunakan pupuk alami, seperti pupuk kompos dan pupuk kandang untuk mengurangi pencemaran tanah.
6.      Pembuatan Sengkedan
7.      Salah satu upaya untuk mengatasi kerusakan tanah karena erosi adalah dengan pembuatan sengkedan di tanah berbidang miring, seperti lereng bukit dan pegunungan. Mengapa sengkedan ini dapat mengurangi erosi? Diskusikan dengan teman sekelompokmu.
8.      Reboisasi adalah  penanaman kembali lahan-lahan yang gundul. Hal ini dilakukan untuk mengatasi erosi karena akar-akar pohon dapat menyerap air dan menahan tanah agar tidak terbawa air hujan.
9.      Daur Ulang Saat ini banyak sekali produk daur ulang yang bisa dipakai kembali.Pendaur-ulangan sampah-sampah rumah tangga dan sampah dari pasar menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan petani. Biasanya sampah pasar berupa sayur-sayuran yang telah membusuk. Jika diolah kembali dan ditambah kotoran hewan akan menjadi pupuk alami yang sangat baik untuk tanaman.

BAB III  PENUTUP

  3.1  KESIMPULAN
Dari beberapa urain di ataas dapat di simpulkan bahwa pencemaran lingkungan,merupakan pencemaran yang bisa mengakibatkan kerusakan di bumi ini, bila lingkungan ini rusak maka kehidupan ini akan musnah.

3.2  SARAN
Saran untukk pembaca
setelah membaca makalah ini di harapkan para pembaca bisa mengerti dan sadar akan kesehatan lingkungannya masing-masing dan tidak mencemari lingkungan.

3.3  DAFTAR PUSTAKA

Jumat, 25 Oktober 2013

SAHABAT

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang mungkin membutuhkan waktu bertahun tahun untuk mempunyai seorang sahabat yang benar benar tulus.  Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian. Sahabat bukanlah seseorang yang datang disaat kita senang dan pergi disaat kita susah. Sahabat adalah seorang yang setia kawan, membantu apabila kita berada di dalam kesusahan, meredakan kesedihan ,menghilangkan kebimbangan dan sanggup berjuang demi kebaikan kita. Sahabat adalah orang yang mampu menyimpan rahasia.

Sudah hampir  3 tahun saya berkuliah di Universitas Gunadarma begitu banyak hal saya lewati bersama sahabat sahabat saya yang bernama Sulis, Bayu, Erick, Made, Niko, Uje. Mereka selalu ada disaat saya membutuhkan, segala suka duka keluh kesah saya bagi mereka. Hingga sekarang kami seringkali menyempatkan untuk bertemu berbagi cerita,ilmu,pengalaman dan segala hal positif. Ketika ada tugas kuliah yang tidak bisa saya kerjakan sendiri seringkali saya meminta bantuan pada mereka untuk menyelesaikan tugas saya. Menjelang UTS, UAS, Ujian Utama kami selalu belajar bersama saling membantu satu sama lain dengan tujuan untuk meningkatkan nilai dan agar bisa wisuda di waktu yang bersamaan. Begitu berarti nya mereka bagi saya sehingga begitu besar rasa sayang saya pada mereka.






Nama     : Ani Yunita Sari
NPM      : 10111910
Kelas     : 3KA24

Wacana Kalimat Efektif dan Turunan

Wacana Kalimat Efektif

                                                           
Tumbuhan Akuatik 
 
Tumbuhan akuatik adalah tumbuhan yang berhabitat di lingkungan air. Tumbuhan ini sangat mudah kita jumpai karena habitatnya yang mudah di temui oleh setiap orang. Tumbuhan akuatik disebut juga tumbuhan hidrophytic atau hydrophytes. Dibandingkan dengan jenis tanaman seperti mesophytes dan xerophytes, hydrophytes tidak ada masalah dalam menahan air karena banyaknya air dalam lingkungan tempat tumbuhan tersebut hidup.
Ciri-ciri :
1. Kutikula tipis. Hal ini bertujuan untuk mencegah kehilangan air.
2. Sel stomata pada umumnya tidak aktif. Hal ini dikarenakan tumbuhan
     akuatik tidak memerlukan banyak kontrol dalam siklus air.
3. Peningkatan jumlah stomata. Hal ini bertujuan untuk siklus
     pengeluaran air pada tumbuhan tersebut untuk menghindari kelebihan
air.
4. Flat daun pada permukaan tanaman untuk pengapungan.
5. Mempunyai akar yang kecil agar air dapat tersebar langsung ke daun.
6. Akar dapat mengmbil oksigen langsung dari dalam air.
 
Beberapa jenis tanaman air :
1. Lotus
     Tanaman jenis ini membutuhkan media air dan tanah
2. Teratai
     Tanaman jenis ini membutuhkan media air dan tanah, biasanya
diletakkan dalam pot tanah liat yang melebar. Daun teratai
akan besar jika cukup zat makanan dan pupuk, daunnya akan
terbentang dam membesar d atas permukaan air.
3. Kapu-kapu
    Tanaman jenis ini membutuhkan media air dan tanah. Tanaman jenis ini
tidak dapat terkena sinar matahari langsung dan tidak bisa mendapatkan
terlalu banyak air, agar daunnya tidak cepat hancur.
 
Keterangan :
Tumbuhan Akuatik : Tumbuhan air
Tumbuhan Mesophytes : Tumbuhan yang hidup pada suhu rata-rata dan
kelembaban yang cukup.
Tumbuhan Xerophytes : Tumbuhan yang hidup pada habitat kering.
Kutikula : Kulit tumbuhan
Stomata : Mulut daun
         


Kata Turunan  

Kata turunan adalah kata dasar yang mendapat imbuhan, baik berupa awalan, sisipan atau akhiran, maupun gabungan kata. Kata turunan termasuk salah satu unsur pembentuk kalimat selain kata dasar dalam setiap penulisan artikel. Untuk mendapat gambaran lebih jelas tentang definisi kata turunan, simak macam-macam bentuk kata turunan.

1. Kata turunan dapat berupa kata dasar yang mendapat imbuhan; awalan, sisipan dan akhiran. Imbuhan itu ditulis serangkai dengan kata dasarnya. 
Contoh
catatan (kata dasar [catat], mendapat akhiran [-an])
berlari (kata dasar [lari], mendapat awalan [ber-])
gemetar (kata dasar [getar], mendapat sisipan [-em-])
Kata turunan berupa gabungan singkatan dan imbuhan yang dirangkai menggunakan tanda hubung. Contoh;
mem-PHK-kan
mem-PTUN-kan

2. Kata turunan berupa gabungan kosa kata asing dan imbuhan yang dirangkai menggunakan tanda hubung. 
Contoh
me-recall
di-upgrade

3. Kata turunan juga dapat berupa gabungan bentuk terikat yang diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf kapital. Kata turunan ini, penulisannya dirangkai menggunakan tanda hubung ( – ). 
Contoh
pro-Indonesia
non-Indonesia
pan-Afrika

4. Kata turunan yang bentuk dasarnya berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang mengikuti atau mendahuluinya. 
Contoh
sebar luaskan
bertepuk tangan
garis bawahi

5. Kata turunan yang bentuk dasarnya berupa gabungan kata dan mendapatkan awalan dan akhiran sekaligus, maka unsur gabungan kata itu ditulis serangkan dengan imbuhannya. 
Contoh
menyebarluaskan
pertanggungjawaban
melipatgandakan
mencampuradukan

6. Kata turunan yang salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai. Contoh
  • adipati
  • adikuasa
  • aerodinamika
  • aeromodeling
  • antarkota
  • antarprovinsi
  • antibiotik
  • antiteroris
  • anumerta
  • audiogram
  • bikarbonat
  • biokimia
  • bioetanol
  • caturtunggal
  • caturmarga
  • dasawarsa
  • dasasila
  • dekameter
  • demoralisasi
  • demiliterisasi
  • dwiwarna
  • dwitunggal
  • ekawarna
  • ekstrakurikuler
  • inframerah
  • infrastruktur
  • inkonvensional
  • intoleransi
  • kosponsor
  • mahasiswa
  • mancanegara
  • monoteisme
  • monorail
  • multilateral
  • narapidana
  • nonkolaborasi
  • pascasarjana
  • paripurna
  • poligami
  • politeknik
  • poliklinik
  • pramuniaga
  • pramusaji
  • prasangka
  • purnawirawan
  • saptakrida
  • semiprofesional
  • subseksi
  • swadaya
  • telepon
  • transmigrasi
  • tritunggal
  • ultramodern
Jika kata [maha] merujuk kepada Tuhan dan diikuti oleh kata berimbuhan, maka gabungan keduanya ditulis terpisah dan unser-unsur pembentuknya dimulai dengan huruf kapital. 
Contoh
Kita serahkan kepada Tuhan yang Maha Pengasih
Anda harus bertobat kepada Tuhan yang Maha Pengampun

Tapi, jika kata [maha] sebagai unsur gabungan merujuk pada Tuhan, namun diikuti oleh kata dasar, gabungan katanya ditulis serangkai. Ketentuan ini tidak berlaku untuk kata dasar [esa].
Contoh
Hanya Tuhan yang Mahakuasa yang bisa menentukan nasib kita.
Semoga Tuhan yang Maha Esa mengabulkan permohonan kita.

Bentuk-bentuk terikat dari bahasa asing yang sudah kita serap dalam bahasa Indonesia, seperti [pro], [kontra] dan [anti], dapat kita jadikan sebagai kata dasar. 
Contoh
Lebih banyak masyarakat yang kontra, ketimbang pro terhadap kebijakan penaikan harga bahan bakar minyak.
Dia selalu anti terhadap jemaat ahmadiyah.








Nama     : Ani Yunita Sari
NPM       : 10111910
Kelas      : 3KA24